LOMBOK UTARA — Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menegaskan bahwa transportasi tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat. Transportasi, katanya, menjadi penopang distribusi barang dan jasa, akses ekonomi, serta konektivitas antarwilayah. Pernyataan itu disampaikan Kusmalahadi pada Senin 28 September 2026.
"Transportasi memegang peran yang sangat strategis, lebih dari sekadar kendaraan dan sarana jalan. Transportasi adalah urat nadi yang menghubungkan masyarakat, membuka akses ekonomi, mendukung potensi pariwisata, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat konektivitas antarwilayah," kata Kusmalahadi.
Menurut Kusmalahadi, posisi Lombok Utara sebagai salah satu daerah dengan potensi pariwisata yang kuat membuat kebutuhan terhadap aksesibilitas dan konektivitas transportasi berkualitas akan terus meningkat. Kondisi itu menuntut Dinas Perhubungan mampu merespons perkembangan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan jumlah kendaraan. Perkembangan teknologi dan kebutuhan terhadap sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan juga menjadi bagian dari tuntutan yang harus dijawab jajaran perhubungan.
Kusmalahadi meminta jajaran perhubungan tidak memandang tugas pelayanan sebagai rutinitas administratif semata. Setiap kebijakan dan pelayanan transportasi, kata dia, berkaitan langsung dengan keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan masyarakat.
"Saat kita mengatur lalu lintas, kita sedang menjaga keselamatan pengguna jalan. Saat kita mengawasi angkutan, kita melindungi hak publik. Saat kita menata penerangan jalan, kita memenuhi hak dasar masyarakat," ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa fungsi pengaturan lalu lintas, pengawasan angkutan, hingga penataan penerangan jalan memiliki keterkaitan langsung dengan hak dasar warga. Ketiganya menjadi bagian dari pelayanan yang menyentuh kepentingan publik sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat keamanan, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi itu dibutuhkan untuk membangun sistem transportasi yang aman, tertib, lancar, terjangkau, dan berkelanjutan.
"Keberhasilan sektor transportasi tidak bisa dicapai sendirian. Dibutuhkan sinergi seluruh pihak," pungkasnya.
Penguatan konektivitas transportasi di Lombok Utara menjadi bagian dari upaya mendukung potensi pariwisata daerah. Aksesibilitas yang memadai dibutuhkan agar aktivitas ekonomi dan kunjungan wisatawan dapat berjalan lancar.