Bakom RI Ubah Strategi Komunikasi Pemerintah, Lebih Banyak Mendengar daripada Menyebarkan Informasi

Penulis: Prayoga Santana  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:46:02 WIB
Kepala Bakom RI Syahganda menyampaikan perubahan strategi komunikasi pemerintah dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

JAKARTA — Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengubah pendekatan komunikasi publik dari yang semula dominan menyebarkan informasi menjadi lebih banyak menyerap aspirasi masyarakat. Syahganda menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di kantor Bakom RI Jakarta, Selasa.

Menurut Syahganda, perubahan arah ini bukan inisiatif pribadinya. Presiden Prabowo memanggil dirinya bersama Fadli Tri Hartono ke Hambalang dan memerintahkan Bakom menjadi lembaga yang mendengarkan suara rakyat dari tingkatan paling bawah.

Dari Strategi Menyerang ke Menjemput Bola

Syahganda menyebut pendekatan Bakom di bawah kepemimpinan pendahulunya, Muhammad Qodari, lebih bersifat ofensif. Ia menganalogikannya seperti striker yang gencar menyerang.

"Jadi bukan kita lebih banyak mendiseminasi, ya, tapi kita lebih banyak ingin mengetahui," kata Syahganda.

Kini Bakom memilih menjemput bola. Syahganda menegaskan strategi mendengar itu telah disepakati bersama Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono.

"Jadi strategi kita adalah strategi mendengar," ujarnya.

Jejaring Umpan Balik hingga ke Desa

Bakom akan membangun jejaring ke seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat desa. Hasil serapan dari bawah itu lalu diteruskan ke kementerian dan lembaga terkait, baik di pusat maupun daerah.

Presiden juga meminta Bakom menjadi orkestrator berbagai instrumen pemerintah. Cakupannya meliputi instansi vertikal, horizontal, hingga lembaga otonom dan desa. Semua pihak yang memiliki humas diminta berkolaborasi sesuai tugas Bakom yang diatur dalam peraturan presiden.

Percepatan Proyek dan Bahasa yang Mudah Dipahami

Dalam pertemuan di kediamannya, Hambalang, Minggu (4/10), Prabowo menyampaikan akan mempercepat sejumlah proyek. Bidang yang disebut meliputi teknologi, militer, pembangunan perguruan tinggi baru, subsidi, dan swasembada.

Presiden pada tahun kedua pemerintahannya ingin mengetahui hasil pikiran dan kerjanya selama ini. Karena itu Bakom diminta membuat pikiran dan tindakan Presiden mudah dipahami masyarakat, sekaligus menampung umpan baliknya.

Fadli Tri Hartono menambahkan Presiden menekankan penggunaan bahasa yang mudah dipahami agar menjangkau masyarakat seluas-luasnya. Bakom juga diminta aktif mendengarkan usulan, masukan, keluhan, bahkan kritik masyarakat untuk diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait serta kepada Presiden.

Bakom Dinilai Sudah Lewati Fase Embrio

Syahganda menilai Bakom sudah melewati fase embrio. Lembaga yang semula bernama Kantor Komunikasi Pemerintah itu kini memiliki kantor, jaringan humas dan staf khusus pemerintah bidang media, perangkat seperti big data, serta pertemuan rutin dengan wartawan setiap Rabu.

Dengan modal tersebut, Syahganda yakin pemerintah dapat mengoptimalkan fungsi komunikasi publik yang selama ini dinilai berjalan satu arah.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top