NUSA TENGGARA BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 1,88% ke level 6.031,28 pada perdagangan Kamis (8/10/2026), tepat di titik terendah harian. Tekanan datang dari saham-saham sektor perindustrian, energi, dan infrastruktur yang kompak turun lebih dari 2,5%. Nilai transaksi harian tercatat Rp12,72 triliun dengan volume 60,82 miliar saham.
Level penutupan 6.031,28 menjadi posisi terendah sepanjang hari. Sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi intraday 6.179,09 pada pagi hingga siang hari sebelum akhirnya berbalik arah dan terus melemah hingga bel penutupan.
Tekanan jual yang mendominasi perdagangan membuat 497 saham terpuruk. Hanya 171 saham yang mampu menguat, sementara 119 saham lainnya stagnan di posisi masing-masing.
Saham-saham perindustrian mencatat penurunan terdalam dengan minus 2,86%. Disusul sektor energi yang melemah 2,76%, dan sektor infrastruktur dengan koreksi 2,54%.
Ketiga sektor tersebut menjadi motor utama pelemahan IHSG sepanjang sesi Kamis. Tidak ada sektor yang mampu menahan laju indeks ke zona hijau.
Aktivitas perdagangan berlangsung ramai meski didominasi aksi jual. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 60,82 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp12,72 triliun.
Frekuensi perdagangan tercatat 1,95 juta kali transaksi. Tingginya volume di tengah tekanan jual mengindikasikan pelaku pasar memilih mengamankan posisi ketimbang menambah eksposur.
Penutupan tepat di level terendah harian menunjukkan tekanan jual masih kuat hingga akhir sesi. IHSG membuka perdagangan dengan optimisme yang terlihat dari capaian intraday 6.179,09, namun sentimen berbalik cepat.
Investor perlu mencermati apakah level 6.000 akan bertahan pada sesi berikutnya. Jika tertembus, potensi koreksi lebih dalam terbuka mengingat tidak ada sektor yang menopang indeks saat ini.