Pameran Sekardiyu di Sirkuit Mandalika Kenalkan Tradisi Wayang Sasak ke Pengunjung MotoGP 2026

Penulis: Taufik Rahman  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16:01 WIB
Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal meninjau pameran Sekardiyu di Galeri Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/26).

PRAYA — Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal menilai gelaran MotoGP Mandalika 2026 menjadi momentum tepat memperluas pengenalan budaya daerah ke panggung internasional. Menurutnya, Mandalika tidak hanya menawarkan daya tarik olahraga, tetapi juga kekayaan sejarah dan tradisi yang layak dikenal dunia.

"Kita sangat percaya bahwa setiap kesempatan itu adalah momen dimana kita bisa memperkenalkan banyak hal, kekayaan-kekayaan NTB termasuk budaya yang saat ini dipamerkan bersamaan dengan ajang MotoGP ini," tutur Sinta saat mengunjungi pameran Sekardiyu di Galeri Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/26).

Sekardiyu, Kuda Mitologi dalam Wayang Sasak

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menjelaskan, Sekardiyu merupakan kendaraan Jayengrana dalam tradisi wayang Sasak. Hewan mitologi itu dikisahkan memiliki keterkaitan erat dengan kecepatan dan kekuatan.

Pameran bertajuk "Speed, Energy, and Connection" mengangkat kisah perjalanan Jayengrana mencari kebahagiaan tertinggi dan pengetahuan. Filosofi tersebut dinilai sejalan dengan semangat kompetisi dalam MotoGP.

"Jadi dalam tradisi wayang Sasak, Sekardiyu ini adalah kendaraan dari Jayangrana. Hewan mitologi yang memiliki keterkaitan dengan kecepatan dan kekuatan," kata Nuralam.

Filosofi Kecepatan yang Menyatu dengan Budaya Lokal

Nuralam menyebut kecepatan dan kekuatan menjadi unsur penting dalam olahraga balap. Dalam konteks budaya, kisah Sekardiyu menyimpan nilai yang bisa diperkenalkan kepada generasi masa kini.

"Ini hubungannya. Bagaimana kita menghubungkan budaya yang ada dengan konteks MotoGP ini," ujarnya.

Sinta menambahkan, pameran ini layak dipelajari alurnya karena memiliki cerita unik dan relevan dengan kehidupan zaman sekarang. Ia menarik filosofi dari mitologi kuda Sekardiyu yang berkaitan dengan kecepatan, energi, dan hubungan antarmanusia.

318 Pengunjung dari Empat Benua

Ketua Pameran Gunarti melaporkan, selama dua hari sejak 9 Oktober, pameran telah dikunjungi 318 orang berdasarkan pendataan hingga 10 Oktober 2026. Pengunjung datang dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara, di antaranya Australia, Prancis, Belanda, dan Spanyol.

"Antusias pengunjung dari berbagai daerah dan negara sangat luar biasa. Ada juga pengunjung yang mengaitkan sejarah daerah mereka dengan Sekardiyu ini," tutur Gunarti.

Kehadiran koleksi Sekardiyu di tengah perhelatan MotoGP membuka ruang bagi pengunjung melihat sisi lain NTB di luar daya tarik alam dan olahraga. Pameran ini menjadi jembatan antara warisan budaya Sasak dan panggung internasional yang dihadirkan ajang balap dunia.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top