MATARAM — Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko meninjau langsung Sirkuit Mandalika untuk memastikan dukungan layanan keimigrasian berjalan optimal selama gelaran MotoGP 2026. Menurutnya, penguatan personel menyasar tiga wilayah utama: bandara, kawasan sirkuit, dan area sekitarnya. Penambahan itu menyasar pembalap, tim, serta wisatawan mancanegara yang datang menyaksikan balapan.
"Kami memastikan pelayanan visa dan proses keimigrasian berjalan baik. Agar mereka merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman positif selama berada di Indonesia," ujar Hendarsam.
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menargetkan kehadiran 145.000 penonton domestik maupun mancanegara pada MotoGP Mandalika 2026. Untuk mendukung mobilitas penonton, InJourney Airports menyiapkan 66 penerbangan nonreguler dari dan menuju Lombok selama periode balapan.
Hendarsam menempatkan wisatawan mancanegara sebagai perhatian utama. Menurutnya, Imigrasi adalah salah satu wajah pertama Indonesia yang mereka temui saat tiba.
"Bukan hanya pembalap dan tim, kami juga menyambut wisatawan mancanegara yang datang menyaksikan MotoGP. Imigrasi merupakan salah satu wajah pertama Indonesia yang mereka temui. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang ramah dan profesional sehingga merasa aman dan nyaman sejak tiba di Indonesia," bebernya.
InJourney menargetkan penyelenggaraan MotoGP tahun ini menghasilkan dampak ekonomi hingga hampir Rp 5 triliun. Angka itu menempatkan ajang balap kelas dunia sebagai penggerak pariwisata dan aktivitas ekonomi warga Lombok.
Hendarsam menegaskan, peran Imigrasi tidak berhenti pada pelayanan dokumen perjalanan dan pengawasan orang asing. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian memberi amanat fungsi keimigrasian sebagai fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat.
"Di balik gemuruh mesin MotoGP, ada roda perekonomian masyarakat yang ikut bergerak. Melalui pelayanan keimigrasian yang optimal, kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya sukses menjadi tuan rumah ajang olahraga dunia. Tetapi juga mampu memanfaatkan momentum ini untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Imigrasi menyatakan akan terus memperkuat pelayanan dan pengawasan keimigrasian untuk mendukung mobilitas internasional, termasuk kegiatan olahraga, pariwisata, dan agenda internasional lainnya. Menurut Hendarsam, pengalaman keimigrasian yang profesional menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Indonesia di mata dunia.
"Melalui MotoGP Mandalika, kami ingin menunjukkan bahwa Imigrasi Indonesia siap mendukung penyelenggaraan kegiatan kelas dunia. Bukan hanya melalui penerbitan visa, tetapi juga dengan menghadirkan pelayanan yang memberikan kepastian, kenyamanan, dan rasa aman. Imigrasi harus menjadi bagian dari kemajuan Indonesia sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutupnya.