NUSA TENGGARA BARAT — PT Pertamina Patra Niaga meresmikan SPBU khusus petani pertama di Indonesia di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Fasilitas ini dibangun untuk memperlancar penyaluran BBM bersubsidi bagi petani di kawasan lumbung pangan nasional. Peresmian ini menindaklanjuti kunjungan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Merauke pada 4 Juli 2026.
Merauke, Papua Selatan — SPBU PT Bunda Yeni Sulistyawati di Distrik Tanah Miring resmi beroperasi sebagai SPBU khusus petani. Peresmian dihadiri Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, manajemen Pertamina Patra Niaga perwakilan Maluku dan Papua, serta sejumlah penyuluh pertanian.
Kehadiran SPBU ini menjawab keluhan lama petani soal sulitnya mendapat BBM bersubsidi. Selama ini petani di Merauke harus mengantre di SPBU umum atau membeli solar industri dengan harga lebih mahal untuk mengoperasikan traktor dan mesin pertanian.
Mengapa SPBU Ini Dibangun di Merauke
Merauke ditetapkan sebagai salah satu lumbung pangan nasional, terutama untuk komoditas padi dan jagung. Pemerintah mendorong perluasan lahan tanam dan mekanisasi pertanian di wilayah ini. Namun, tanpa pasokan BBM yang lancar, alat dan mesin pertanian tidak bisa beroperasi optimal.
Pendirian SPBU khusus petani merupakan tindak lanjut kunjungan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Merauke pada 4 Juli 2026. Saat itu, petani menyampaikan langsung kendala distribusi BBM yang menghambat kegiatan usaha tani.
Pertamina Patra Niaga perwakilan Maluku dan Papua menyatakan SPBU ini akan melayani pembelian BBM bersubsidi jenis solar untuk kebutuhan pertanian. Petani dapat mengaksesnya dengan menunjukkan kartu tani atau surat rekomendasi dari Dinas Pertanian setempat.
Dampak Langsung bagi Petani Merauke
Bagi petani di Distrik Tanah Miring dan sekitarnya, jarak menuju SPBU umum sebelumnya cukup jauh. Sebagian harus menempuh puluhan kilometer dengan jeriken untuk membeli solar. Kini pasokan bisa diakses lebih dekat dengan harga subsidi.
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menyebut SPBU ini sebagai bukti kehadiran negara di tengah kebutuhan petani.
"SPBU ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk melayani petani dan menjawab kebutuhan petani, khususnya dalam memperoleh BBM untuk mendukung kegiatan pertanian," ujarnya, Jumat (25/9/2026).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke yang hadir dalam peresmian menyatakan pihaknya akan mendata petani penerima manfaat agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Pendataan mencakup luas lahan garapan dan jenis alat mesin pertanian yang digunakan.
Langkah Selanjutnya
Pertamina Patra Niaga belum menyebut berapa volume BBM bersubsidi yang dialokasikan untuk SPBU khusus petani ini per bulan. Namun, perusahaan menyatakan akan memantau kebutuhan secara berkala bersama Dinas Pertanian.
Jika model SPBU khusus petani di Merauke berjalan lancar, pemerintah berpeluang mereplikasinya di daerah lumbung pangan lain seperti Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Skema ini dinilai bisa memangkas antrean BBM di SPBU umum sekaligus menjaga ketepatan sasaran subsidi solar.
Bagi Pertamina, penambahan SPBU khusus sektor pertanian memperluas jaringan distribusi BBM bersubsidi di wilayah timur Indonesia. Merauke menjadi titik awal uji coba sebelum kebijakan diperluas ke kabupaten lain di Papua Selatan.