MATARAM — H. Tarmidzi menilai lulusan perguruan tinggi di NTB punya ruang gerak yang luas untuk mengembangkan potensi. Pilihan itu bisa disesuaikan dengan minat, kemampuan, serta peluang yang tersedia di sekitar mereka. Menurutnya, gelar akademik bukan garis akhir, melainkan modal awal untuk membuka jalan berikutnya.
Empat Pilihan Jalur Karier bagi Lulusan Baru
Jalur pertama adalah bekerja sebagai karyawan, baik di kantor, perusahaan swasta, maupun instansi pemerintah. Tarmidzi menyebut pilihan itu terbuka bagi siapa saja yang sudah menyelesaikan kuliah dan memperoleh gelar sarjana.
Pilihan kedua adalah berwirausaha. Ilmu dan pengalaman selama menempuh pendidikan tinggi, kata dia, bisa dikembangkan menjadi modal membangun usaha secara mandiri.
"Yang kedua, tentu ini merupakan pilihan untuk berwirausaha, membangun bisnis sendiri dengan memanfaatkan ilmu yang didapat selama kuliah," katanya.
Jalur ketiga adalah menjadi pekerja lepas atau freelancer. Perkembangan kebutuhan jasa saat ini membuka ruang bagi pemuda untuk bekerja mandiri berdasarkan keahlian, seperti menulis, desain grafis, pemrograman, maupun keterampilan lain.
"Yang ketiga, mungkin menjadi freelance atau pegawai lepas yang menawarkan jasa secara mandiri berdasarkan keahlian, seperti menulis, desain, atau program," ucapnya.
Lanjut Studi atau Ambil Sertifikasi Profesi
Pilihan keempat ditujukan bagi pemuda yang ingin memperdalam keilmuan dan meningkatkan kompetensi. Melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau mengambil sertifikasi profesi dinilai dapat memperkuat daya tawar lulusan di tengah tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.
"Yang keempat, mungkin akan melanjutkan studi sebagai magister program S2 atau mengambil sertifikasi profesi untuk menaikkan nilai tawar dan kualitas kita," tuturnya.
Empat jalur itu, menurut Tarmidzi, tidak harus dipilih salah satu secara permanen. Seorang sarjana bisa memulai dari satu jalur lalu berpindah seiring pengalaman dan kebutuhan yang berubah.
Pesan agar Pemuda NTB Tak Kehilangan Optimisme
Tarmidzi mengingatkan pemuda NTB agar tidak mudah kehilangan optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia mendorong generasi muda terus mencari peluang, mengembangkan kemampuan, dan berani menentukan pilihan sesuai potensi masing-masing.
Ia juga menyinggung pentingnya doa serta meminta rida dan restu kedua orang tua dalam setiap langkah yang ditempuh.
"Sekali lagi untuk pemuda NTB, tetaplah optimis dan berdoa, juga meminta rida dari kedua orang tua kita. Semoga kita selamat dunia maupun akhirat," ujarnya.
Dengan bekal pendidikan, keterampilan, kreativitas, serta kemauan terus belajar, generasi muda NTB diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam membangun masa depan dirinya sekaligus berkontribusi bagi daerah.