Pencarian

Periklindo Dorong Micro EV di Bawah Rp100 Juta demi Pasar Massal

Rabu, 30 September 2026 • 13:48:01 WIB
Periklindo Dorong Micro EV di Bawah Rp100 Juta demi Pasar Massal
Wakil Ketua Umum Periklindo Achmad Rofiqi berbicara dalam CNN Indonesia Evolution Forum, Rabu (30/9).

NUSA TENGGARA BARAT — Periklindo mendorong kehadiran micro EV dengan harga di bawah Rp100 juta untuk membuka pasar massal kendaraan listrik di Indonesia. Wakil Ketua Umum Achmad Rofiqi menyebut harga terjangkau jadi kunci utama agar masyarakat mau beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil. Dorongan itu disampaikan dalam CNN Indonesia Evolution Forum, Rabu (30/9).

Menurut Rofiqi, harga menjadi faktor penentu apakah masyarakat luas bersedia meninggalkan kendaraan berbasis bahan bakar fosil. Kalangan industri punya target konkret untuk segmen ini.

"Kalau harga itu sebenarnya bergantung nanti dari jenis kendaraannya. Mungkin yang kelas micro EV, kami terobsesi bagaimana bisa membuat harga micro EV ini bisa di bawah Rp100 juta sehingga lebih banyak lagi yang menikmatinya," kata Rofiqi.

Range Anxiety Bikin Baterai Membengkak, Harga Ikut Naik

Rofiqi mengidentifikasi kekhawatiran berlebih soal jarak tempuh sebagai penyebab utama harga EV tetap tinggi. Produsen, katanya, cenderung memasang baterai berkapasitas besar untuk menenangkan konsumen. Padahal, untuk pemakaian harian di dalam kota, baterai kecil sudah memadai.

"Masyarakat masih sensitif, range anxiety sangat tinggi. Itulah kenapa baterai yang dipasang sendiri micro EV pun ingin range-nya sampai 300 - 400 [km]. Padahal kalau cuma di dalam kota, 100 - 150 km pun enggak akan habis satu hari," ujar Rofiqi.

Ia menyoroti bahwa micro EV dipakai untuk mobilitas jarak pendek, bukan perjalanan antarkota. Kebutuhan baterai 100-150 km disebutnya lebih dari cukup untuk satu hari pemakaian normal.

Baterai Lebih Kecil Jadi Jalan Efisiensi Biaya

Penyesuaian kapasitas baterai dengan pola pemakaian harian disebut Rofiqi sebagai kunci menekan harga EV ke depan. Dengan baterai lebih ringkas, biaya produksi turun dan harga jual bisa lebih terjangkau.

"Ke depan baterai lebih kecil, harga lebih murah, dan lebih affordable sehingga lebih banyak masyarakat mulai beralih ke sana," tutur Rofiqi.

Pernyataan Periklindo ini menyiratkan dorongan ke produsen agar tidak berlomba menanam baterai besar di segmen entry-level. Pasar Indonesia, menurut Rofiqi, lebih butuh kendaraan listrik murah untuk mobilitas perkotaan ketimbang spesifikasi baterai jumbo.

Pasar Micro EV Bergantung pada Harga dan Insentif

Target harga di bawah Rp100 juta menempatkan micro EV bersaing langsung dengan mobil city car bensin yang sudah mapan di pasar lokal. Selisih harga yang tipis akan jadi pertimbangan utama calon pembeli, terutama konsumen pertama yang belum pernah memiliki kendaraan listrik.

Rofiqi tidak menyebut merek atau model spesifik yang akan mengisi segmen ini. Periklindo hanya menegaskan posisinya bahwa harga terjangkau adalah syarat utama mempercepat transisi energi di sektor transportasi darat.

Sejauh mana dorongan ini berbuah tergantung respons produsen dan dukungan kebijakan, termasuk insentif yang bisa memangkas selisih harga EV dengan kendaraan konvensional.

Follow www.lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks