Pencarian

Kuota Batu Bara Dipangkas Jadi 580 Juta Ton, Aset Tambang Makin Berebut

Kamis, 01 Oktober 2026 • 11:19:01 WIB
Kuota Batu Bara Dipangkas Jadi 580 Juta Ton, Aset Tambang Makin Berebut
Pemerintah memangkas kuota produksi batu bara 2026 menjadi sekitar 580 juta ton.

NUSA TENGGARA BARAT — Pemerintah memangkas kuota produksi batu bara 2026 menjadi sekitar 580 juta ton, jauh di bawah realisasi 2025 yang mencapai 790 juta ton. Pengetatan RKAB itu membuat akses ke aset tambang yang sudah berproduksi jadi semakin mahal dan strategis. Emiten seperti BYAN, SINI, AADI, ITMG, dan FORU kini jadi sorotan karena valuasinya berubah.

Analis Mirae Asset Sekuritas Fauzan Luthfi Djamal menilai pengetatan kuota melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 mengubah peta persaingan di sektor batu bara nasional. Aset tambang yang sudah memegang izin produksi kini punya nilai tawar lebih tinggi dibanding cadangan yang belum tergarap.

Perubahan ini terlihat dari serangkaian aksi korporasi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Fauzan menyebut transaksi terbaru menunjukkan tiga cara perusahaan mengamankan akses ke aset tambang, yakni pembelian saham minoritas, pengambilalihan kendali, dan penyuntikan aset ke perusahaan tercatat.

Jhonlin Baratama Masuk ke BYAN

Jhonlin Baratama menandatangani perjanjian bersyarat pada 16 September 2026 untuk membeli 10.000.000.500 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), setara sekitar 30% kepemilikan. Saham tersebut dibeli dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Nilai transaksi dan waktu penyelesaiannya belum diumumkan ke publik. Low Tuck Kwong tetap menjadi pengendali BYAN dengan kepemilikan gabungan 32,25% bersama Elaine Low. Transaksi ini juga tidak diperkirakan memicu tender offer wajib atau perubahan susunan direksi.

Di sisi operasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui

Follow www.lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks