Pencarian

Harga Pertalite Dipastikan Tidak Naik Sampai Akhir 2026, Pertamax Menyesuaikan Oktober

Kamis, 01 Oktober 2026 • 13:48:01 WIB
Harga Pertalite Dipastikan Tidak Naik Sampai Akhir 2026, Pertamax Menyesuaikan Oktober
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memastikan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi Pertalite tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026, meski harga minyak mentah dunia terus menguat. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan disesuaikan pada periode Oktober 2026 mengikuti pergerakan harga pasar. Kepastian ini disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Jakarta.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung menegaskan bahwa kebijakan menahan harga Pertalite berlaku khusus untuk BBM bersubsidi. Dengan demikian, lonjakan harga minyak mentah global tidak langsung merembet ke harga Pertalite hingga tutup tahun.

Pernyataan itu disampaikan Yuliot di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Ia merujuk pada arahan Menteri ESDM yang memutuskan harga Pertalite tetap stabil sampai akhir tahun.

Alasan Pertalite Tidak Ikut Naik

Menurut Yuliot, mekanisme subsidi membuat harga Pertalite terpisah dari fluktuasi pasar minyak dunia. Selama kebijakan subsidi dipertahankan, kenaikan harga minyak mentah tidak otomatis mengerek harga jual di SPBU.

"Jadi kalau untuk (harga BBM) Pertalite, yang disampaikan sama Pak Menteri, sampai dengan akhir tahun kita mempertahankan. Ini tidak ada kenaikan untuk Pertalite, untuk subsidi," kata Yuliot.

Pertamax dan BBM Nonsubsidi Ikut Harga Pasar

Berbeda dengan Pertalite, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax mengikuti perkembangan harga minyak dan kondisi pasar. Penyesuaian dilakukan berdasarkan rata-rata pergerakan harga dalam satu bulan.

"Yang ini (BBM) non subsidi, ini kan menyesuaikan dengan harga pasar. Jadi ini yang kita lihat, rata-rata dalam satu bulan itu kira-kira berapa penyesuaian," ujar Yuliot.

Yuliot belum memerinci besaran penyesuaian harga BBM nonsubsidi untuk Oktober 2026. Namun ia memastikan akan ada penyesuaian pada periode tersebut.

"Iya ada penyesuaian," ujarnya.

Harga Minyak Dunia Naik Dua Hari Berturut-turut

Kenaikan harga minyak mentah global menjadi salah satu faktor yang menekan harga BBM nonsubsidi. Harga minyak dunia naik untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa (29/9/2026).

Pada Selasa pukul 10.39 WIB, harga minyak Brent tercatat naik 1,5% menjadi US$106,9 per barel. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,4% menjadi US$93,91 per barel.

Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak Brent naik 0,9% menjadi US$105,28 per barel, sedangkan harga WTI meningkat 0,2% menjadi US$92,6 per barel.

Ketegangan AS-Iran dan Selat Hormuz Jadi Pemicu

Kenaikan harga minyak terjadi di tengah kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Pemicunya adalah ketidakpastian negosiasi AS-Iran dan potensi eskalasi di Selat Hormuz.

Di sisi lain, ekspor minyak Timur Tengah pada September tercatat meningkat menjadi 12,8 juta barel per hari. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak Februari.

Bagi pengguna kendaraan di Indonesia, kepastian harga Pertalite hingga akhir 2026 memberi ruang perencanaan biaya bahan bakar. Namun pemilik mobil dan motor yang memakai Pertamax perlu menyiapkan anggaran lebih, karena penyesuaian harga nonsubsidi tetap akan berjalan bulan ini.

Follow www.lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: listrikindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks