MATARAM — Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah NTB, Jamaluddin Malady, menyatakan kerja sama luar negeri membutuhkan proses penjajakan yang panjang. Setiap peluang kerja sama dibahas lebih dulu berdasarkan potensi yang dimiliki daerah sebelum masuk tahap pembahasan lanjutan.
"Pekerja sama luar negeri, jadi perlu ada penjajakan dulu, ya kan. Pertemuan dengan kepala daerah dulu, apa sih potensi-potensi yang bisa dikerjasamakan. Nah kalau sudah tertarik gitu dengan potensi itu ya, mereka nanti akan menyampaikan kepada provinsi gitu kan," ujarnya, akhir pekan kemarin.
Rumania Incar Sektor Energi dan Pariwisata NTB
Untuk Rumania, penjajakan kerja sama menyasar sektor energi dan pariwisata. Ketertarikan Rumania terhadap NTB dipengaruhi karakteristik kedua wilayah yang berbeda. Rumania dinilai memiliki banyak kawasan pegunungan, sementara NTB punya potensi kelautan dan pariwisata bahari yang kuat.
Rumania disebut mulai mengurus berbagai perizinan di tingkat pemerintah pusat untuk membuka kantor kehormatan di Lombok. "Insya Allah mereka kan sudah mengurus izin-izin segala macam di Kemenlu, Menteri Dalam Negeri, bahkan BIN. Dia akan ada kantor cabang. Nah gitu kan. Ada kantor kehormatan lah dia nanti di Lombok," kata Jamaluddin.
Kantor kehormatan tersebut ditargetkan diluncurkan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun NTB pada 17 Desember mendatang. Kehadirannya diharapkan menjadi pintu masuk memperkuat hubungan dan membuka peluang kerja sama lebih luas, termasuk kemungkinan membangun sister province dengan salah satu provinsi di Rumania.
Gili Trawangan hingga Tembakau Virginia Jadi Daya Tarik
Dalam penjajakan sebelumnya, delegasi Rumania telah melihat sejumlah potensi pariwisata NTB, termasuk kawasan Gili Trawangan dan Gili Air. Tembakau NTB turut menjadi komoditas yang menarik perhatian. "Ini kemarin dia tertarik tembakau. Karena dia butuh untuk buat cerutu macam-macam kan. Karena kan tembakau kita terkenal kan kayak Virginia," ujarnya.
Kazakhstan Bidik Peternakan Kuda dan Sapi
Kazakhstan juga masuk dalam daftar negara yang sedang berproses menjalin kerja sama dengan NTB. Salah satu peluang yang dijajaki berkaitan dengan sektor peternakan, terutama kuda dan sapi, beserta industri turunannya. "Karena dia kerja sama terkait ternak, terkait kuda, terkait sapi. Pokoknya sektor peternakan lah. Betul, peternakan. Karena di Kazakhstan itu kan banyak gitu," beber Jamaluddin.
Kerja sama tersebut tidak hanya menyangkut pengembangan ternak, tetapi juga industri pengolahan hasil peternakan. Salah satu contoh yang disebut adalah pengolahan susu sapi dan susu kuda menjadi produk industri.
Qatar dan Swedia Juga Masuk Radar Penjajakan
Selain Rumania dan Kazakhstan, NTB telah melakukan penjajakan dengan sejumlah negara lain, termasuk Qatar dan Swedia. Namun, proses kerja sama luar negeri membutuhkan waktu lebih panjang karena melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah. Proses itu diperlukan untuk memastikan setiap kerja sama berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Jamaluddin menyebut proses tersebut berada di tangan negara atau pihak luar negeri yang mengajukan kerja sama. NTB selanjutnya menunggu tindak lanjut setelah berbagai tahapan administrasi dan perizinan diselesaikan. "Kan mereka yang mau kerja sama. Jadi kita menunggu gitu loh. Tapi kalau dia cepat gitu kan. Iya, otomatis kita sebagai yang menerima. Kan mereka yang menawarkan. Bukan kita," pungkasnya.