NUSA TENGGARA BARAT — Grab membekali mitra pengemudi dengan program PAKEM, pelatihan Safety Riding bersama Kementerian Perhubungan, serta integrasi Tombol Darurat (SOS) ke layanan darurat nasional 110. Rangkaian program ini menyasar perlindungan kedua pihak dalam perjalanan, bukan hanya penumpang. Langkah tersebut menempatkan keselamatan pengemudi sebagai bagian tetap dari operasional transportasi online harian.
Grab merancang seluruh pembekalan keselamatan mitra pengemudi sebagai kombinasi pelatihan wajib, dukungan teknologi di aplikasi, dan prosedur tanggap darurat. Program PAKEM menjadi salah satu pilar utamanya, dengan modul anti-kekerasan seksual, aman berkendara, dan pelayanan berkualitas yang harus diselesaikan mitra.
Mitra pengemudi menghabiskan sebagian besar waktu kerja di jalan raya. Paparan risiko mereka mencakup kelelahan, kondisi lalu lintas, potensi kecelakaan, tindak kejahatan, hingga konflik dengan pengguna jalan maupun penumpang. Karena itu, perlindungan bagi mitra dinilai sama pentingnya dengan perlindungan penumpang.
Mengapa Mitra Pengemudi Butuh Perlindungan Setara
Tingkat kerentanan mitra pengemudi tinggi karena durasi kerja yang panjang di jalan. Perlindungan yang memadai memastikan mereka bisa bekerja dengan tenang, aman, dan menjaga kelangsungan pendapatan harian secara berkelanjutan.
Grab menempatkan keselamatan mitra bukan sebagai pelengkap, melainkan bagian dari layanan inti. Pendekatan ini mencakup pencegahan risiko sebelum perjalanan, pemantauan selama perjalanan, hingga respons cepat saat terjadi insiden.
Safety Riding Training Bersama Kemenhub
Sebagai langkah konkret pencegahan kecelakaan, Grab menggelar pelatihan Safety Riding bersama Kementerian Perhubungan. Materinya mencakup pemahaman teknis berkendara aman, kepatuhan aturan lalu lintas, teknik pengereman darurat, dan simulasi menghadapi situasi bahaya di jalan raya.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat budaya keselamatan transportasi digital di kalangan mitra. Selain itu, Grab melengkapi integrasi Tombol Darurat (SOS) dengan layanan darurat nasional 110, sehingga mitra bisa mengakses bantuan resmi dengan lebih cepat.
PAKEM, Bekal Mitra Hadapi Risiko Kekerasan Seksual
Program PAKEM (Pelatihan Keselamatan untuk Mitra Grab) memberi edukasi intensif sebagai bagian dari pelatihan keselamatan. Isinya mencakup pelatihan anti-kekerasan seksual, aman berkendara, dan pelayanan berkualitas.
Program wajib ini membekali mitra dengan pemahaman soal batasan perilaku, definisi kekerasan seksual, serta langkah pencegahan. Tujuannya agar mitra siap dan tanggap jika menghadapi atau menyaksikan potensi kekerasan seksual selama beroperasi.
Dukungan Teknologi di Aplikasi Mitra
Fitur teknologi di aplikasi Grab mendukung keselamatan mitra lewat verifikasi identitas, komunikasi aman dalam aplikasi, pemantauan perjalanan, hingga pengingat waktu istirahat. Pengingat kelelahan muncul di aplikasi mitra setelah berkendara beberapa jam tanpa terdeteksi berhenti.
Teknologi ini memberi sinyal dan peringatan dini, dilengkapi fitur bantuan darurat serta kesiapan tim respons keselamatan. Meski begitu, kesadaran mitra untuk beristirahat dan meminta bantuan tetap menjadi kunci utama keselamatan di jalan.
Mitos dan Fakta Seputar Pelatihan Mitra
Anggapan bahwa pelatihan mitra hanya formalitas atau teori di dalam kelas tidak tepat. Grab merancang program pelatihan secara terstruktur dan praktis, mulai dari praktik langsung safety riding di lapangan, simulasi penanganan tanggap darurat dan P3K, hingga modul edukasi berkala yang wajib diselesaikan melalui GrabAcademy.
Anggapan lain yang keliru adalah fitur keselamatan teknologi hanya diprioritaskan untuk penumpang. Tombol Darurat (SOS Button), fitur Bagikan Lokasi Perjalanan (Share My Ride), hingga penyamaran nomor telepon pribadi dirancang memberi perlindungan setara dan aktif bagi penumpang maupun mitra pengemudi selama berada di jalan.
Rangkaian program ini memperlihatkan bahwa keselamatan transportasi online berjalan dua arah. Perlindungan mitra pengemudi menjadi prasyarat agar layanan tetap berkelanjutan, seiring makin besarnya peran pengemudi sebagai tulang punggung ekosistem transportasi digital di Indonesia.