NUSA TENGGARA BARAT — Patung Kristus Memberkati setinggi 70 meter dibangun di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan digadang-gadang menjadi salah satu patung Yesus tertinggi di dunia. Pagu anggaran proyek wisata religi ini mencapai Rp 157 miliar dan peletakan batu pertamanya dilakukan pada 5 Oktober lalu. Pembangunan patung menuai pro dan kontra di media sosial, sebagian warga menilai dana sebesar itu belum mendesak di tengah keterbatasan infrastruktur daerah.
Bupati Kupang Yosef Lede memastikan proyek patung Kristus Memberkati masuk dalam visi-misi yang tertuang di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan telah disahkan DPRD. Menurutnya, seluruh kepala daerah punya program yang sudah dituangkan dalam dokumen perencanaan itu, dan apa yang dijalankan sekarang merupakan bagian dari rel pembangunan daerah.
Pernyataan itu disampaikan Yosef menjawab sorotan publik soal pembangunan patung di Pulau Semau dengan anggaran Rp 157 miliar. Ia berbicara kepada wartawan di Kupang, Jumat (9/10/2026).
Visi Religi yang Sudah Masuk RPJMD
Yosef menegaskan visi-misi wisata religi bukan program dadakan. Semua sudah dibahas dan disahkan bersama DPRD sebelum ia menjabat.
"Visi-misi ini kita sejak awal. Semua kepala daerah punya program yang sudah dituangkan dalam RPJMD. Jadi setelah kita terpilih kita laksanakan visi-misi kita. Apakah visi-misi kita salah. Tidak kenapa karena visi-misi kita sudah disahkan oleh DPRD, yang kami laksanakan ini adalah RPJMD yang merupakan rel pembangunan daerah," ujar politikus Partai Gerindra itu.
Soal perbedaan pendapat di masyarakat, Yosef menyebut hal itu lumrah. "Kalau orang lain memaknai itu lain yang saya rasa semua orang bisa berbicara sesuai persepsi mereka," katanya.
Target Pulau Semau Jadi Destinasi Wisata Premium
Pemerintah Kabupaten Kupang menargetkan Pulau Semau sebagai destinasi wisata premium. Keberadaan patung Kristus Memberkati diharapkan menjadi magnet kunjungan wisatawan, khususnya untuk segmen wisata religi.
"Kita pengin ada wisata religi di Kabupaten Kupang. Dan itu saya rasa akan ada dampak lainnya seperti pembangunan maupun ekonomi," kata Yosef.
Ia menambahkan dampak yang diharapkan tidak berhenti di sektor pariwisata. Pembangunan kawasan di sekitar patung dinilai bisa menggerakkan ekonomi warga pulau, mulai dari jasa akomodasi, kuliner, hingga transportasi lokal.
Anggaran Rp 157 Miliar dan Janji Pembangunan Lain
Yosef memastikan besarnya pagu anggaran patung tidak akan mengesampingkan pembangunan lain di Kupang. Menurutnya, sejumlah program tetap berjalan meski proyek patung menyerap dana besar.
"Pagu anggarannya Rp 157 miliar. Jadi kalau orang tanya kita anggaran begini besar tapi bagaimana dengan pembangunan lainnya. Yang perlu dicatat, yang merupakan hak kita kasih. Kita bangun jalan, kita dapat sekolah nasional terintegrasi, sekolah rakyat, kita berjuang dapat alat-alat pertanian kasih rakyat, kita dapat kampung melayan, kita dapat alat tangkap perikanan kita kasih rakyat," urai dia.
Peletakan Batu Pertama 5 Oktober
Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Patung Kristus Memberkati digelar pada 5 Oktober lalu. Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena hadir langsung dalam acara tersebut.
Gubernur berharap kehadiran patung setinggi 70 meter itu tidak hanya menjadi landmark baru. Ia menilai patung bisa menjadi simbol persaudaraan dan iman sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Pulau Semau.
Pro dan Kontra di Media Sosial
Pembangunan patung menuai pro dan kontra di media sosial. Sebagian masyarakat Kupang dan NTT menilai proyek itu belum perlu di tengah banyaknya kekurangan infrastruktur di daerah.
Kritik utama menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan. Kelompok yang menolak berpendapat dana Rp 157 miliar lebih mendesak dipakai untuk jalan, sekolah, air bersih, atau fasilitas kesehatan di wilayah yang masih tertinggal.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi soal jadwal operasional kawasan wisata religi ini maupun tarif masuk bagi pengunjung. Traveler yang berencana menyambangi Pulau Semau sebaiknya menunggu pengumuman resmi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang atau mengecek kanal informasi Pemkab Kupang sebelum berangkat.