NUSA TENGGARA BARAT — PT Pertamina Patra Niaga mengoperasikan tujuh SPBU selama 24 jam penuh di Lombok dan sekitarnya guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kesiapan pasokan energi menjadi kunci kelancaran ajang internasional yang mendatangkan wisatawan dan peserta dari berbagai negara. Langkah ini juga menyasar sektor pariwisata dan UMKM yang diprediksi kebanjiran order selama perhelatan.
Paragraf pembuka: Tujuh stasiun pengisian bahan bakar umum yang ditunjuk mendapat pasokan tambahan sekaligus prioritas dari Integrated Terminal Ampenan. Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan, penambahan pasokan dan jam operasional itu untuk memastikan distribusi energi tidak tersendat selama ajang berlangsung.
Pasokan BBM dan LPG Disiapkan Sejak Awal
Pertamina Patra Niaga tidak hanya mengamankan stok bensin dan diesel. Perusahaan pelat merah itu juga menyiagakan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi di sektor pariwisata dan usaha pendukung.
Menurut Kitty, kebutuhan LPG berpotensi melonjak seiring bertambahnya aktivitas restoran, hotel, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut merasakan dampak penyelenggaraan acara.
“Kami juga memberikan dukungan terhadap kebutuhan LPG, karena kebutuhannya meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas di sektor pariwisata, baik restoran, hospitality, perhotelan maupun UMKM,” katanya.
Langkah ini menegaskan posisi Pertamina sebagai pemasok energi tunggal di wilayah Lombok, terutama saat permintaan melonjak tajam dalam waktu singkat.
Siapa yang Diuntungkan dari Gelaran Ini
Peningkatan kunjungan wisatawan dan peserta dari berbagai daerah maupun negara menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha lokal. Sektor transportasi, akomodasi, kuliner, dan layanan pendukung pariwisata diprediksi mengalami kenaikan permintaan selama event berlangsung.
Kitty menilai, penyelenggaraan event internasional seperti MotoGP memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat. “Ini meningkatkan sirkular ekonomi atau pertumbuhan ekonomi di Lombok dan sekitarnya melalui penyelenggaraan event ini,” ungkapnya.
Bagi pengusaha UMKM, tambahan pasokan LPG dan BBM berarti operasional mereka tidak terganggu saat jam sibuk. Restoran dan kafe yang biasanya tutup lebih awal bisa tetap melayani pengunjung hingga malam.
Mengapa Pasokan Energi Jadi Fokus Utama
Pertamina Patra Niaga menempatkan kesiapan pasokan dan distribusi energi sebagai salah satu fokus utama untuk mendukung kelancaran acara bergengsi tersebut. Hal ini terutama penting di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan dan peserta dari berbagai daerah maupun negara.
“Kami menyiagakan tujuh SPBU yang mendapatkan pasokan tambahan dan prioritas dari Integrated Terminal Ampenan. Tujuh SPBU ini juga kami siagakan selama 24 jam untuk memastikan kelancaran pasokan dan distribusi energi,” ujar Kitty ditemui di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (10/10).
Dukungan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat, tetapi juga untuk mengakomodasi mobilitas wisatawan dan pengunjung yang datang ke Lombok untuk menghadiri event internasional tersebut.
Penutup: Kesiapan tujuh SPBU selama 24 jam menjadi penanda bahwa Pertamina Patra Niaga menempatkan kelancaran ajang internasional sebagai prioritas. Jika sukses, model penambahan pasokan dan prioritas terminal ini berpotensi direplikasi untuk event-event besar berikutnya di wilayah Indonesia timur.