MATARAM — Pernyataan Hotman Paris Hutapea soal status Putri Maya Rumanti di Tim Hotman 911 langsung mendapat respons tegas dari yang bersangkutan. Pengacara asal Lampung itu menegaskan keputusannya keluar murni inisiatif sendiri, bukan karena diberhentikan.
"Bukan dikeluarkan, saya mengundurkan diri. Saya mundur, bukan lagi tim," ujar Putri Maya, Selasa (11/8).
Alasan Prinsip di Balik Keputusan Mundur
Putri Maya menjelaskan alasan di balik keputusannya meninggalkan tim yang dipimpin Hotman Paris tersebut. Menurutnya, ada sejumlah prinsip yang tidak lagi sejalan antara dirinya dan tim.
"Prinsip saja yang tidak bisa disatukan," katanya singkat.
Keputusan ini sekaligus meluruskan pemberitaan sebelumnya. Hotman Paris sempat menyebut Putri Maya bukan lagi bagian dari Tim Hotman 911 melalui unggahan video di akun pribadinya.
Karier Hukum Putri Maya di NTB: dari Kasus Radiet Adiansyah hingga Perseteruan dengan Akademisi
Nama Putri Maya Rumanti bukan pendatang baru di kancah hukum nasional. Namanya pertama kali melambung setelah sukses menangani perkara Radiet Adiansyah yang sempat viral di media sosial.
Belakangan, ia kembali menjadi sorotan publik saat terlibat dalam penanganan kasus santri terbakar di Ponpes Lombok Tengah (Loteng). Perkara ini menjadi salah satu kasus yang paling banyak menyita perhatian masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Di tengah penanganan kasus tersebut, Putri Maya terlibat perseteruan dengan advokat senior Prof. Zainal Asikin serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Lombok. Ketegangan ini bahkan berlanjut hingga aksi saling lapor antara kedua belah pihak.
Bagaimana Nasib Penanganan Kasus Santri di Lombok Tengah?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kelanjutan penanganan kasus santri terbakar pasca mundurnya Putri Maya dari Tim Hotman 911. Publik masih menunggu sikap resmi dari pihak kuasa hukum lainnya yang tergabung dalam tim.
Yang jelas, keputusan mundur ini menambah daftar panjang dinamika di balik penanganan kasus yang sempat memanas di NTB tersebut.