Pencarian

BRIDA NTB dan BRIN Siapkan Instalasi Pengolah Air Laut di Sekotong, Kapasitas 120 Meter Kubik per Hari

Selasa, 11 Agustus 2026 • 22:49:31 WIB
BRIDA NTB dan BRIN Siapkan Instalasi Pengolah Air Laut di Sekotong, Kapasitas 120 Meter Kubik per Hari
Rapat koordinasi penyusunan proposal Program Riset dan Inovasi Strategis (PRIS) digelar BRIDA NTB dan BRIN secara daring untuk membahas penerapan teknologi pengolahan air laut di Sekotong.

MATARAM — Rapat koordinasi penyusunan proposal Program Riset dan Inovasi Strategis (PRIS) digelar secara daring pada Selasa (11/8/2026) untuk menjajaki penerapan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Sekotong. Proyek ini dirancang untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada pasokan dari daratan utama.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menyebut teknologi desalinasi ini relevan dengan karakteristik NTB sebagai provinsi kepulauan. Pasokan air yang dikirim dari daratan kerap memicu krisis, terutama saat musim kemarau atau puncak kunjungan wisatawan.

Empat Tahapan Pengolahan Air Laut

Tim riset BRIN memaparkan bahwa air laut akan melewati empat tahapan sebelum layak didistribusikan. Proses dimulai dari pre-treatment untuk menyaring partikel kasar, dilanjutkan penyaringan intensif, lalu reverse osmosis untuk memisahkan kadar garam tinggi, dan diakhiri post-treatment untuk menyesuaikan kualitas akhir.

Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari kemampuan mesin menghasilkan air. Kepala Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Ario Betha Juanssilfero, menekankan bahwa proposal harus layak secara teknologi sekaligus menjawab kebutuhan daerah.

”Proposal ini bukan hanya harus layak secara teknologi, tetapi juga harus benar-benar menjawab kebutuhan daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Ario.

Pemeliharaan Pascaproyek Jadi Sorotan

Pengalaman penerapan teknologi serupa di daerah lain menunjukkan kendala terbesar sering muncul pada aspek pemeliharaan setelah proyek selesai. BRIN menyoroti perlunya kejelasan tata kelola, kesiapan operator lokal, skema pembiayaan operasional, serta daya beli masyarakat.

Pemerintah daerah diminta berkomitmen menyiapkan lokasi, kelembagaan pengelola, dan sistem pengawasan agar instalasi tidak mangkrak. BRIN sendiri siap memfasilitasi transfer teknologi dan pengetahuan selama masa pelaksanaan supaya sumber daya manusia di daerah mampu mengoperasikan instalasi secara mandiri.

”Jika teknologi ini berhasil dikembangkan di Sekotong, potensinya tidak hanya untuk masyarakat setempat, tetapi juga dapat memperkuat dukungan infrastruktur bagi pengembangan pariwisata pesisir,” ujar Aryadi.

Langkah Lanjutan: Penyusunan Kerangka Acuan Kerja

Sebagai tindak lanjut, BRIDA NTB dan BRIN akan segera menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang mencakup ruang lingkup, durasi, hingga penetapan titik lokasi presisi berdasarkan kondisi teknis di lapangan. Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi untuk menciptakan model penyediaan air bersih berbasis teknologi yang mandiri dan berkelanjutan bagi wilayah pesisir NTB.

Follow www.lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarlombok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks